Founder
Aditya Indra Lesmana - Hanya seorang manusia biasa yang suka dengan makhluk yang disebut "LOLI" yang sedang berkuliah dibidang Teknik Informatika dan suka hal yang berbau dengan desain Photoshop atau Web mempunyai keinginan kecil agar bisa ke Stadion Santiago Bernabéu :3


#TeamOnodera
Posted by : Aditya Indra Lesmana Jumat, 29 Mei 2015
Tag :, Tag :

Asuna Petit :3

Lama tak memposting artikel ya :3
Kali ini saya akan sedikit memberikan teknik cara mengambil Angel yang pas saat memotret dengan kamera DSLR, disini saya menggunakan kamera Canon EOS 1000D, teknik pertama yang harus kalian setting adalah settingan dari ISO kalian, pada kamera Canon EOS 1000D saya terdapat 6 ISO dari dimana ISO ini adalah kecepatan dalam pemprosesan foto yang dihasilkan semakin tinggi ISO yang kalian setting maka semakin cepat pula kalian dapat mengambil gambar selanjutya, Berikut adalah gambar dari settingan ISO, disini saya memakai settingan OSI 1600 :  



Sekarang kita kebagian praktek nya :
Setting kamera pada Mode AV *Bukan Adult Videos ya* ~XD
Settingan AV adalah Aperture  Priority dimana pada mode inilah kita dapat mengambil gambar dengan background yang blur. Sudah disetting dikamera nya masing-masing? Sudah.... 'v')7


APERTURE
Mari kita pahami dulu tentang aperture. Aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto. Jadi, saat kita menekan shutter lubang di depan sensor kamera akan terbuka, settingan aperture inilah yang mengatur besar kecil bukaan tersebut. Fungsi aperture selain sebagai jendela yang mengatur sedikit banyaknya cahaya yang masuk, juga berfungsi untuk mengatur efek ngeblur dan fokusnya obyek pada foto kita.
Dalam kamera bukaan diafragma dilambangkan dengan huruf  ” f ” (misal: f 3.5 ; f 5.6 ; f 8, dsb). Nah, sedikit rumus (walah kaya Matematika):
1. Semakin kecil angka ” f ” (f 1.8, f2, dsb) berarti semakin besar lubang diafragmanya dan semakin banyak volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan semakin sempit
2. Semakin besar angka “f” (f 8, f 22, dsb) berarti semakin kecil lubang diafragmanya, semakin sedikit volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan semakin lebar.

bentuk bukaan diafragma (sumber:google)
bentuk bukaan diafragma (sumber:google)
Ilustrasi pengaruh besar kecil “F” pada DOF (Sumber: Google)

Oke mari kita praktekkan, coba kalian sediakan 2 objek dengan posisi yang berbeda, usahakan beri jarak 1 jengkal dari objek pertama. Disini saya menggunakan objek Figma Death Note saya ~XD

 Gambar 1 L & Misa

Gambar 2 L & Misa

Dapat dilihat dari ke-2 gambar tersebut pada masing-masing objek ngeBlur pada bagian tertentu, pada bagian tertentu disini saya maksud adalah pada saat kita mengambil Angel atau memposisikan Zoom lensa kita pada objek yang kita inginkan pada hasil dari punya saya di atas adalah gambar 1, Misa ngeBlur dan pada gambar 2 adalah sebaliknya.

Itu tadi tetang mainan bagaimana dengan Objek nyata/Manusia?
Oke mari kita praktekan juga, saya ambil contoh dengan teman saya sewaktu di pantai, cara nya juga sama kita terapkan pada Figma tadi begitu pula dengan settingannya, kalian hanya perlu menemukan pencahayaan yang pas pada saat berada diluar rumah namum kali ini hanya 1 objek.



*Tjakep-tjakep 'kan model-model saya XD hahahaa*
Pada prinsipnya adalah semakin dekat dan pengaturan angel yang pas kita dengan Objek tersebut maka akan semakin mudah mencari posisi yang pas untuk membuat background ataupun objek itu ngeBlur. Gimana tertarik mencoba dan mempraktekkannya? Selamat mencoba.
#ADITPhotograph




Pengunjung yang baik selalu meninggalkan Komentar ^^

15 komentar

  1. Masih belum paham kak sama kalimat1. Semakin kecil angka ” f ” (f 1.8, f2, dsb) berarti semakin besar lubang diafragmanya dan semakin banyak volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan semakin sempit
    2. Semakin besar angka “f” (f 8, f 22, dsb) berarti semakin kecil lubang diafragmanya, semakin sedikit volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan semakin lebar.

    Mohon di perjelas . Terimakasih

    BalasHapus
  2. Masih belum paham kak sama kalimat1. Semakin kecil angka ” f ” (f 1.8, f2, dsb) berarti semakin besar lubang diafragmanya dan semakin banyak volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan semakin sempit
    2. Semakin besar angka “f” (f 8, f 22, dsb) berarti semakin kecil lubang diafragmanya, semakin sedikit volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan semakin lebar.

    Mohon di perjelas . Terimakasih

    BalasHapus
  3. intinya gni kak makin rendah aperture kya f1.8 banyak cahaya msuk=blur dan smakin tinggi aperture kya f9.1 smakin sedikit cahaya masuk=fokus

    BalasHapus
  4. Terimakasih, sangat bermanfaat sekali

    Jangan lupa kunjungi -> http://raja-alatantrian.blogspot.co.id/ untuk anda yang mencari alat antrian dan alat survey pelanggan yang lengkap, atau juga bisa hub kami 082150065758 , pin 2a9be37c

    BalasHapus
  5. OKeee Mencoba browsing mencari Info Paket Backpacker Karimunjawa yang menyediakan Paket Wisata Karimunjawa Murah dan mau nyari barang-barang funiture HD Furniture Jepara

    BalasHapus
  6. Mantap mudah dipahami penjelasannya.. tips yang juga dong alx sy masih pemula..

    BalasHapus
  7. keren, saya jadi ngerti cara nyeting canon 1200D milik saya, mungkin tidak akan jauh berbeda dengan yang dishare di sini dengan menggunakan canon 1100
    Cara Android

    BalasHapus
  8. keren.. bisa di coba di rumah nih !!!

    BalasHapus
  9. Mantap Di Tggu Ilmu2 Yg Lainnya Bos

    BalasHapus
  10. Maaf.. jadi ngambilnya di M (manual) atau AV?

    BalasHapus
  11. Terimakasih atas ilmu nya, sangat bermanfaat gan😇

    BalasHapus
  12. Pas pegang kamera nih, dan langsung praktek dong. Wah horee bisa untuk blur obyek depannya. Dan harus sering trial nih untuk bikin obyek belakangnya ngeblur. Kadang kalau ada spot foto kece pengennya bikin background ngeblur gini, cuma lupa atur settingan Apperture nya. Emang kudhu bolak balik belajar nih biar lancar hehe.Makasih ya

    BalasHapus

Back to top

© 2014 - Blog Indra-kun - All Rights Reserved
Design by Aditya Indra Lesmana - Template by Djogzs